___________________________
*“Tiga tahun yang lalu kita melangkah masuk gerbang ini sebagai orang asing dengan seragam yang masih kaku dan nama yang belum saling kenal, tapi hari ini kita akan melangkah keluar dengan seragam yang sama tapi hati yang berbeda — penuh cerita, tawa yang pecah di koridor, air mata saat ujian, lelah mengerjakan tugas kelompok sampai subuh, dan janji-janji konyol yang entah kapan ditepati; terima kasih untuk guru yang sabar menuntun, untuk teman yang jadi rumah kedua, untuk bangku kelas yang jadi saksi bisu mimpi-mimpi kita, dan meski setelah ini langkah kita akan berpencar menuju jalan masing-masing, percayalah bahwa kita pernah berjuang di tempat yang sama, dan itu cukup untuk membuat kita jadi keluarga seumur hidup.”*
______________________________
*“Kelulusan ini bukanlah garis finish yang menandakan kita boleh berhenti berlari, melainkan garis start baru di mana kita menanggalkan seragam sekolah untuk mengenakan seragam kehidupan yang sesungguhnya — yang tidak ada jadwal bel masuk, tidak ada remedial untuk kesempatan yang terlewat, tapi selalu ada ruang untuk mereka yang berani mencoba, berani jatuh, dan berani bangkit lagi; jadi bawa semua ilmu, bawa semua kenangan, bawa semua luka dan tawa dari bangku ini, karena dunia di luar sana sedang menunggu versi terbaik dari kita, dan kita berhutang pada diri kita sendiri untuk tidak menyerah sebelum sampai di puncak yang kita impikan.”*
_________________________
*“Dari yang dulu masuk sekolah masih cupu, gak tau cara crimping kabel UTP dan nganggep rumus akuntansi itu mantra, sampai hari ini kita lulus dengan skill begadang ngerjain laporan, jago ngeles pas telat, hafal spot kantin paling enak, dan punya grup WA kelas yang isinya 90% stiker; terima kasih sudah jadi teman seperjuangan ngadepin guru killer, ujian dadakan, dan drama cinta monyet, dan meski habis ini kita bakal sibuk sama dunia masing-masing, tolong jangan ganti nomor HP dulu ya — siapa tau 5 tahun lagi kita reunian sambil ketawa nginget betapa kocaknya kita dulu, karena ijazah boleh kita genggam, tapi kenangan ini gak akan pernah diwisuda.”*
__________________________
*“Jika waktu bisa bicara, mungkin dia akan bilang bahwa tiga tahun ini terlalu cepat, sebab baru kemarin kita gugup upacara pertama, berebut tempat duduk di belakang, dan hari ini kita sudah berdiri di sini — dengan toga di kepala dan mimpi di dada, melepas masa putih abu yang penuh cerita, untuk menyambut lembaran baru yang masih kosong; maka tulislah dengan tinta keberanian, dengan paragraf kerja keras, dan jangan lupa selipkan nama teman-temanmu di sela-sela kisah suksesmu nanti, karena kita lulus bersama, dan kita akan hebat bersama, meski dari jarak yang berbeda.”*
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar